Sunday, March 19, 2017

Menikmati Manisnya Madu di Curug Madu

Curug Madu terletak di Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Diberi nama Curug Madu karena disekitar tempat ini ditemukan pohon madu. Untuk yang belum tahu, pohon madu itu bentuknya seperti bibit pohon kelapa. Namun bedanya pohon ini sudah mempunyai bunga dan buah. Yang paling unik adalah jika kita makan buahnya kemudian dilanjutkan dengan minum air tawar, rasa buah yang tadinya terasa hambar akan berubah rasa menjadi manis.


Saya lahir di Desa Rogoselo yang juga masih wilayah Kecamatan Doro. Kakek dan nenek saya dulu bekerja di perkebunan karet. Masih ingat dulu waktu masih kecil suka ikut mereka pergi ke kebun karet. Pohon madu juga banyak ditemukan diareal perkebunan karet. Biasanya saat saya haus nenek dan kakek menyuruh saya untuk memakan buah madu tersebut terlebih dahulu agar rasa airnya menjadi manis.


Curug Madu letaknya tidak terlalu jauh dari Ibukota Kecamatan Doro. Tidak lebih dari 6 km. Jalan menuju kesana pun bisa dibilang bagus, hanya dibeberapa ruas saja yang aspalnya sudah mulai rusak. Sepanjang perjalanan kita kan disuguhi dengan pemandangan khas pedesaan dan juga perkebunan yang masih hijau dengan udara yang cukup sejuk. Mendekati lokasi curug bahkan terlihat tebing  yang cukup curam.


Curug ini memang tidak terlalu tinggi. Tetapi mempunyai dinding yang cukup lebar. Airnya mengalir hampir ke semua dinding-dindingnya. Dibawah pancuran airnya terdapat kolam yang bisa digunakan untuk berenang. Kedalamannya tidak lebih dari 2 meter sehingga relatif aman digunakan untuk berenang. Airnya cukup dingin, jadi harus dipastikan dulu kita bisa menahan hawa dingin sebelum menceburkan diri kedalam air. Walaupun terlihat cukup licin, banyak pengunjung yang nekat memanjat dinginnya untuk berfoto.



Suasananya cukup tenang ditambah lagi dengan suara gemiricik air yang terasa lebih menyejukan. Curug Madu dikelilingi oleh pepohon yang membuat udara menjadi sepoi-sepoi. Pohon rumbia dan bambu yang paling mendominasi.




Curug Madu dikelola oleh pemuda desa sekitar. Tidak ada biaya retribusi masuknya, cukup membayar sebesar Rp 2.000 untuk jasa parkirnya. Dari tempat parker pun kita tidak perlu berjalan jauh. Tidak lebih dari 200 meter kita sudah bisa mencapai lokasi air terjun. 

1 comment: