Monday, May 23, 2016

Thiwul Ayu Mbok Sum: Makanan "Ndeso" Enak dari Mangunan

Ada yang pernah pergi ke Kebun Buah atau Hutan Pinus Mangunan?
Saya yakin sudah banyak yang pernah pergi kesana. Bahkan mungkin sudah berkali-kali. Kebun Buah Mangunan adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Jogja. Pada pagi hari ditempat ini kita bisa merasakan sensasi seperti berada di negeri diatas awan. Perbukitan yang ada disekitar tempat ini akan diselimuti oleh lautan awan yang terlihat cantik. Beum lagi ditambah dengan sunrise yang semakin menambah cantik pemandangan. Sementara itu Hutan Pinus Mangunan adalah salah satu tempat cantik yang bisa digunakan sebagai tempat untuk pemotretan. Jajaran pohon pinus yang rapat dan menjulang tinggi bisa menjadi obyek foto yang cukup menarik.

Thiwul Ayu Mbok Sum Rasa Cokelat



Memang tidak lengkap rasanya jika mengunjungi suatu tempat tapi kita tidak mencicipi kuliner khasnya. Nah kalau disekitar Mangunan ini kita bisa mencoba mencicipi Thiwul Ayu Mbok Sum. Thiwul sendiri adalah salah satu makanan khas berbahan dasar singkong dari kawasan pegunungan kidul seperti Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan, dan termasuk Mangunan salah satunya. Seperti diketahui bahwa kawasan pegunungan kidul merupakan daerah yang gersang yang cukup sulit dijadikan sebagai area persawahan. Sebagai pengganti nasi, masyarakat pegunungan kidul membuat makanan pokok yang terbuat dari singkong yang lebih  mudah ditanam didaerah yang gersang dan susah air. Sama seperti nasi, thiwul juga mengandung banyak sekali karbohidrat.



Ada tahapan yang cukup panjang sebelum singkong ini bisa dimasak menjadi thiwul. Yang pertama harus dilakukan adalah mengupas singkong untuk kemudian dijemur diterik matahari sampai kering. Singkon kering ini kemudian disebut dengan gaplek. Proses selanjutnya adalah membuat gaplek-gaplek tersebut menjadi tepung. Proses selanjutnya adalah menaruh gaplek kedalam tampah untuk kemudian diperciki dengan sedikit air agar menjadi butiran-butiran kecil. Proses terakhir adalah mengukusnya sampai matang. Dalam proses pengukusan ini biasanya ditambahkan dengan daun pandan, kelapa parut, dan juga gula jawa sehingga rasanya lebih enak.



Selain thiwul dengan rasa asli, di Thiwul Ayu Mbok Sum ini kita juga bisa memiliki berbagai varian rasa seperti thiwul sambal, thiwul keju, dan thiwul cokelat. Sebagai salah satu penggemar cokelat, saya lebih memilih thiwul rasa cokelat. Paduan rasa antara thiwul yang gurih dengan tekstur yang lembut berpadu dengan rasa cokelat yang manis membuat rasanya cukup unik.

Thiwul Ayu Mbok Sum ini tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali dan hanya bisa bertahan selama kurang lebih 24 jam. Thiwul ini lebih enak disantap pada saat masih panas. Jadi kalau ke Kebun Buah atau Hutan Pinus Mangunan jangan lupa cicipi Thiwul Ayu Mbok Sum ini. 

No comments:

Post a Comment