Friday, May 20, 2016

Lawas 613 Cafe Prawirotaman

Sepertinya di Jogja kita tidak akan pernah kehabisan yang namanya tempat nongkrong. Berbagai konsep tempat nongkrong yang asik bisa kita temukan dihampir semua wilayah Jogja. Terutama dikawasan yang berada didekat kampus dan juga kawasan yang banyak disinggahi oleh wisatawan. Seperti contohnya adalah di kawasan Prawirotaman. Kawasan ini memang dari dahulu sudah dikenal sebagai salah satu kawasan turis di Jogja. Berbagai hotel, restoran, cafe, dan kantor tour & travel bisa dengan mudah kita temukan disini. Salah satu cafe yang paling menarik di Prawirotaman adalah Lawas 613 Cafe yang terletak di Jalan Prawirotaman II  No. 613 atau didepan Hotel Adhistana.

ruangan atas Lawas 613 Cafe



Hotel Adhistana dan Lawas 613 Cafe ini bisa sangat mudah dikenali karena bangunanya yang cukup unik. Sekumpulan pintu dan jendela yang ditata sedemikian rupa menjadi daya tarik tersendiri dari hotel ini.

Hotel Adhistana tampak depan


Lawas 613 Cafe terdiri dari 2 lantai. Lantai pertama berada persis didepan pintu masuk Hotel Adhistana. Dilantai bawah ini kita bisa menjumpai beberapa kursi dari kayu tanpa cat dan pelitur yang membuat kesan lawasnya kental. Sebuah open bar kecil yang sekaligus berfungsi sebagai tempat kasir juga ada di lantai pertama ini. Selain itu masih ada juga hiasan sepeda-sepeda kuno yang dipajang dibawah tangga untuk menguatkan kesan lawasnya.

Lantai bawah Lawas 613 Cafe
lantai atas Lawas 613 Cafe


Melalui tangga besi, kita bisa menuju ke lantai 2 yang berkonsep semi outdoor. Hiasan jendela akan kembali kita temukan menempel pada dinding atas ruangan ini. Berbeda dengan lantai bawah yang hanya ada kursi dari kayu, ditempat ini selain ada kursi kayu ada juga sofa memanjang. Tegel lawas yang berwarna merah dengan motif bunga sudah pasti akan mencuri pandangan kita.



Menu yang ada di Lawas 613 Cafe ini adalah Western dan Indonesian Food. Yang menarik adalah Lawas 613 Cafe ini buka selama 24 jam. Jadi untuk yang hobinya ngalong tidak perlu buru-buru pulang karena takut diusir.

No comments:

Post a Comment