Monday, February 22, 2016

Berkeliling Kota Malang Dengan Macyto

Tulisan - Macyto merupakan singkatan dari Malang City Tour. Nama yang diberikan kepada sebuah bus tingkat wisata yang bisa digunakan untuk berkeliling menikmati suasana Kota Malang yang terlihat masih cukup hijau dan sejuk. Selain itu Malang juga memiliki cukup banyak gedung-gedung kuno yang cukup bersejarah.




Macyto beroperasi setiap hari,namun hari Senin - Jum'at diperuntukan bagi wisatawan dan harus melakukan pemesanan atau reservasi terlebih dahulu.Sementara pada akhir pekan, Macyto bisa dinikmati secara gratis baik oleh wisatawan maupun masyarakat umum. Pada hari Sabtu dan Minggu, masing-masing akan ada 3 jadwal keberangkatan yang dimulai pada pukul 09.00. Jadwal berikutnya menyesuaikan kedatangan bus sebelumnya.



Setiap orang yang akan naik Macyto ini terlebih dahulu harus mendapatkan kupon yang diberikan oleh awak atau petugas dari Macyto. Namun sayangnya, sistem pembagian kupon ini masih belum terlalu jelas. Sehingga siapa saja yang lebih kuat berdesak-desakan bisa mendapatkan kupon terlebih dahulu.

Macyto mempunyai kapasitas sekitar 40 orang. 20 orang dilantai atas bus dan 20 orang di lantai bawah. Lantai atas Macyto ini dirancang dengan atap terbuka agar lebih memudahkan penumpangnya melihat pemandangan sekitar. Kursi yang dipakai dilantai atas dipilih menggunakan kursi kayu sehingga terlihat lebih artistik.



Perjalanan Macyto dimulai dari depan Gedung DPRD atau Balaikota Malang kemudian bergerak menuju ke arah Alun Alun Kota Malang, Ijen Boulevard, dan kembali lagi menuju ke depan Balaikota Malang.



Beberapa ikon kota Malang yang bisa dilihat antara lain Gereja Kayutangan, GPIB Imanuel dan Masjid Agung Kota Malang yang letaknya bersebelahan yang berada di depan Alun Alun, sampai dengan Ijen Boulevard yang dipenuhi oleh rumah-rumah megah peninggalan jaman kolonial Belanda yang arsitektur yang sangat cantik.


Salah satu hal menarik lainnya di Kota Malang adalah nama-nama jalan yang dibawahnya juga dituliskan nama lain jalan tersebut pada masa kolonial Belanda.


No comments:

Post a Comment