Friday, August 28, 2015

Grand Palace Bangkok: Istana Raja yang Megah dan Menyilaukan


Sawadee Khabb

Yang tentu saja tidak boleh dilewatkan saat jalan-jalan ke Bangkok, Thailand tentu saja adalah mengunjungi Grand Palace yang merupakan bangunan megah bekas istana sekaligus tempat tinggal bagi Raja Thailand beserta dengan keluarganya yang sekarang menjadi tempat tujuan wisata utama di kota yang mempunyai nama resmi terpanjang di dunia.
Untuk yang belum tau, nama resmi Bangkok adalah Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Yuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit. 
Masih ada nama kota yang lebih panjang lagi? :D 



 Orang Bangkok sendiri banyak yang tidak tahu jika ditanya tentang Grand Palace, oleh penduduk lokal Grand Palace lebih dikenal dengan nama Wat Phra Kaew yang sebenarnya bukan nama Grand Palace dalam Bahasa Thailand. Wat Phra Kaew sendiri sebenarnya adalah sebuah kuil atau tempat yang digunakan oleh umat Buddha untuk beribadah yang berada didekat komplek Grand Palace yang megah ini. Grand Palace sendiri dibangun sejak tahun 1782 pada masa pemerintahan Raja Rama I dan dijadikan selama 150 tahun sebagai kediaman keluarga kerajaan. 



Grand Palace dibuka untuk wisatawan mulai pukul 08.00-15.30 dengan harga tiket yang cukup mahal, yaitu 500 Baht. Bisa dikalikan sendiri nilai tukar Rupiah dengan Baht sekarang berapa. Tapi dengan harga tiket yang cukup mahal tersebut kita bisa menikmati kemegahan istana yang didominasi warna emas dan beberapa bangunan yang temboknya seperti ditempeli kaca yang membuat bangunan tersebut menjadi berkilau saat terkena sinar matahari. Selain mengunjungi Grand Palace, dengan tiket tersebut kita juga bisa mengunjungi Dusit Palace, Queen Sirikit Museum, The Emerald Buddha, Coin Museum.

Emerald Buddha


Karena didalamnya terdapat tempat ibadah, warga lokal bebas masuk kedalamnya tanpa harus membayar tiket. Karena muka orang Indonesia yang sangat mirip dengan orang Thailand, banyak orang Indonesia ikut masuk melewati jalur khusus warga lokal untuk menghindari pembelian tiket. Karena dianggap sebagai salah satu tempat yang suci, setiap pengunjung yang akan masuk harus berpakaian sopan dan tidak diperbolehkan mengenakan celana pendek diatas lutut. Tapi tenang saja, semua pengunjung yang berpakaian pendek akan dipinjami sarung.



Karena saking luasnya kompleks Grand Palace, setiap peserta akan diberikan peta atau denah kompleks tersebut agar tidak tersesat.

No comments:

Post a Comment