Tuesday, June 9, 2015

Candi Sambisari: Candi ini Sempat Tertutup Debu Selama Ratusan Tahun



Wilayah Kecamatan Prambanan dan Kalasan di Kabupaten Sleman memang dikenal sebagai salah satu daerah yang mempunyai banyak peninggalan cagar budaya dari masa lampau seperti candi. Beberapa candi yang cukup dikenal antara lain Candi Prambanan, Candi Ijo, ataupun Candi Ratu Boko. Selain candi-candi tersebut, masih banyak sekali candi kecil lainnya yang bisa ditemukan salah satunya adalah Candi Sambisari.




Candi Sambisari adalah candi Hindu yang dibangun pada sekitar abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan. Candi Sambisari terletak di Desa Sambisari, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Candi ini terletak tidak jauh dari Bandara Adi Sutjipto. Untuk menuju ke Candi Sambisari dari arah Kota Jogja bisa melewati Jalan Solo melewati lampu merah di pertigaan lampu merah bandara. Dari pertigaan tersebut tinggal maju kurang lebih 300 meter kemudian berbelok kiri. Setelah itu tinggal lurus mengikuti jalan utama sampai melewati Selokan Mataram dan bertemu dengan gerbang yang bertuliskan Candi Sambisari.



Sebelum ditemukan oleh seorang petani pada sekitar tahun 1966 oleh seorang petani, candi ini sempat tertutup oleh abu vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Merapi selama ratusan tahun. Oleh karena itu letak Candi Sambisari berada dibawah tanah. Untuk menuju ke candi ini kita harus turun melewati tangga terlebih dahulu. Candi ini juga dikelilingi oleh taman yang cukup hijau dan rindang. Candi Sambisari mulai dipugar oleh Dinas Purbakala Daerah Istimewa Yogyakarta mulai sekitar tahun 1986 yang menyisakan satu buah candi utama dan beberapa candi perwara yang sudah tidak utuh lagi.



Harga tiket masuk ke Candi Sambisari adalah Rp 2.000/orang. Dan waktu yang paling tepat mendatangi tempat ini adalah pada pagi hari. Selain belum terlalu panas, pada pagi hari kita juga bisa mencicipi soto bathok yang berada tidak jauh dari candi ini yang sudah terkenal dari dulu karena rasanya yang cukup enak. Harganya juga cukup murah, hanya Rp 5.000 saja perporsinya.



No comments:

Post a Comment