Sunday, May 31, 2015

Lintas Istimewa #1: Aksi Lintas Pelaku & Komunitas Peduli Wisata Jogja




Bertempat di Tebing Breksi yang terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 30-31 Mei 2015 Dinas Pariwisata Daerah Istimewa mengadakan sebuah acara yang diberi nama Lintas Istimewa #1: Aksi Lintas Pelaku & Komunitas Peduli Wisata Jogja. Salah satu tujuan dari acara ini adalah langkah percepatan pengembangan destinasi kepariwisataan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan cara memanfaatkan dan melibatkan secara aktif segenap sumber daya yang ada seperti komunitas-komunitas yang ada dan peduli terhadap wisata di Jogja.




Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Istimewa Yogyakarta 2005-2025 yang mengamanatkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat pendidikan, budaya, dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2025 dalam lingkungan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera. Acara Lintas Istimewa #1 juga sekaligus menjadi ajang ajang gathering dan penguatan kerja sama antar komunitas dari berbagai bidang pegiat wisata di Yogyakarta yang diharapkan dapat memajukan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.





Beberapa komunitas yang hadir dalam acara Lintas Istimewa #1 ini antara lain Federasi Aerosport Indonesia (FASI), Jogja Heritage Bike, Komunitas Firedance, 20 seniman perupa, Komunitas Fotografi, Paguyuban Gerobak Sapi, Komunitas Panjat Tebing Indonesia, Komunitas Jelajah Gunung, Komunitas Blogger, Komunitas Mobil Antik, KomunitasPemandu Wisata Minat Khusus, Komunitas Motor Trail, Komunitas Motor CB, Komunitas Pramuka, Komunitas Dimas Diajeng, dan beberapa komunitas lainnya. Tidak lupa juga, acara Lintas Istimewa #1 juga dimeriahkan dengan beberapa kesenian tradisional seperti jathilan.



Dalam acara Lintas Istimewa #1 ini juga dilakukan acara peluncuran website www.visitingjogja.com yang akan menjadi media yang akan mengakomodir community journalism. Dalam website milik Dinas Pariwisata ini semua orang bisa menuliskan tentang tempat-tempat wisata menarik yang ada diseluruh Jogja. Selain itu pada acara yang sama juga dilakukan peresmian amphitheater yang bernama "Tlatar Seneng" yang dilakukan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono XI. Tlatar Seneng adalah sebuah ampitheater yang dibangun dengan latar Tebing Breksi yang indah.




Tebing Breksi sendiri adalah sebuah situs geoheritage endapan vulkanik gunung api purba yang masuk dalam salah satu kawasan cagar alam geologi yang perlu dilestarikan berdasarkan Keputusan Kepalan Badan Geologi RI Nomor 1157.K/40/BGL/2014. Tebing Breksi saat ini terancam hilang karena proses penambangan batu kapur yang telah dimulai sejak 25 tahu lalu dan  masih dilakukan sampai saat ini.



Dari puncak Tebing Breksi ini kita bisa melihat pemandangan indah disekitar wilayah ini yang dikelilingi oleh perbukitan yang masih hijau. Pada sore kita juga bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam atau sunset yang juga tidak kalah indah. Tebing Breksi juga berpotensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata baru, bumi perkemahan, dan juga arena olahraga panjat tebing. Tebing Breksi hanya berjarak sekitar 800 meter dari Candi Ijo yang merupakan candi yang letaknya tertinggi di Yogyakarta.






Dengan acara semacam ini pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta bisa semakin maju dan berkembang serta tidak kalah dengan daerah lain.








2 comments:

  1. Kaget juga sama ini tempat. Setahu saya tahun 2013 silam masih dijejali sama penambang-penambang batu. Sekarang kok malah penuh sama wisatawan. Malah ada yang naik-naik ke puncak segala. Haduh... Tapi kalau ini bukit habis ditambang ya... hilang sudah menariknya.

    ReplyDelete