Monday, March 24, 2014

Candi Sukuh - Candi Yang Mirip Bangunan Suku Maya di Meksiko


Displaying photo.jpg
Pak !!! Dinding candinya kan ngga boleh dinaiki. huuuuu

Jalan-jalan minggu ini (23/03/2014) adalah ke Meksiko. Hahaha ngga ding tapi cuma ke Karanganyar. Kabupaten yang terletak tidak jauh dari kota Solo. Tujuan saya adalah untuk mengunjungi candi Sukuh dan candi Ceto yang terletak di Lereng Gunung Lawu. Candi ini memang katanya mirip dengan bangunan dari suku Maya di Meksiko. Nah alasan itu yang bikin saya penasaran untuk melihat secara langsung.


Jam setengah 7 pagi saya sudah bangun dan siap-siap meluncur ke stasiun. Saya sudah janjian dengan teman yang akan menjemput di Stasiun Balapan Solo. Dia kuliah di Jogja tapi asli dari Solo. Ke Solo menggunakan kereta Prameks pada jam 8 pagi. Tiketnya sekarang sudah turun karena katanya dapat subsidi pemerintah dengan harapan banyak orang akan lebih tertarik untuk naik kereta api. Harga tiket Prameks non AC sekarang adalah 6 ribu rupiah. Jogja Solo ditempuh dalam waktu satu jam lebih sedikit.


Sampai di stasiun Balapan, teman saya sudah siap menunggu dengan motornya. Kita langsung berangkat ke Karanganyar. Saya kurang tau wilayah Solo. Yang saya tau jalur ke candi Sukuh sama dengan jalur ke Tawangmangu. Tapi sampai di wilayah Kecamatan Karangpandan setelah lampu merah yang ada belokan ke Arah Astana Giribangun, ada pertigaan jalan yang kekanan menuju Tawangmangu dan yang kekiri menuju Candi Sukuh dan Ceto. Papan petunjuk yang ada dipinggir jalan cukup jelas. Satu yang harus tetap dipersiapkan dengan benar-benar. Pada kilometer terakhir sebelum candi, jalannya menanjak cukup tinggi. 

Displaying photo.jpg

Candi ini terletak di Dukuh Berjo, Desa Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Berjarak sekitar 36 Km dari kota Solo dan berada pada ketinggian ± 910 mdpl dibawah kaki Gunung Lawu. Udara disini cukup dingin dan segar. Jika cuaca sedang bagus kita bisa melihat view desa dibawah dengan jelas. Ah lagi lagi setiap saya datang kesuatu tempat, cuacanya memang tidak terlalu bersahabat. Kemarin kabut tebal cukup menyelimuti wilayah ini. Jadi saya kurang bisa mendapatkan pemandangan yang maksimal.


Situs candi Sukuh ditemukan pertama kali pada masa pemerintahan Inggris pada tahun 1815  oleh Johnson, Residen Surakarta. Johnson kala itu ditugasi oleh Thomas stanford Rafles untuk mengumpulkan data-data guna menulis bukunya The History of Java. Setelah masa pemerintahan Inggris pergi dari Jawa, pada tahun 1842, Van der Vlis, seorang arkeolog Belanda, melakukan penelitian. Pemugaran pertama dimulai pada tahun 1928.

Bangunan candi ini cukup sederhana, berbeda dengan candi-candi besar lainnya di Jawa. Bangunan Candi Sukuh lebih mirip dengan bangunan suku Maya yang ada di Meksiko. Ada juga yang bilang struktur bangunan utamanya mirip dengan Piramida di Mesir. Saat  memasuki pintu utama lalu memasuki gapura terbesar akan melihat bentuk arsitektur khas bahwa candi ini memang tidak disusun tegak lurus namun agak miring, berbentuk trapesium dengan atap di atasnya. Harga karcis untuk masuk kesini adalah Rp. 3.000.


Displaying photo.jpg
Gapura utama candi
Displaying photo.jpg

Kompleks Candi Sukuh memiliki luas ± 5.500 m2, terdiri atas tiga teras bersusun. Semua gerbang di candi ini beserta candi utama ke barat karena candi ini tidak mengikuti Wastu Widya (kitab pedoman pembuatan candi Hindu). Bentuk candi yang berundak–undak seperti punden (bangunan pada masa pra Hindu-Buddha) dikarenakan pada abad ke-15, pengaruh Hindu dipulau Jawa sudah mulai berkurang.

Displaying photo.jpg
Gapura kedua


Bangunan utama candi ini berada di terasa ketiga. Dari depan sinilah kita bisa melihat candi ini memang sangat mirip dengan bangunan suku Maya di Meksiko. Karena saya datang pada hari minggu, banyak juga pengunjung lain yang datang kesini. Tapi sayang banyak dari mereka yang tidak mematuhi peraturan. Seperti memanjat dinding candi yang bisa berakibat merusak candi itu. Duhhhhh Pak!!!


Displaying photo.jpg
relief didepan candi
Displaying photo.jpg 

Di depan candi utama ini terdapat banyak arca dan relief. Banyak di antaranya yang tanpa kepala, konon katanya kepala arca tersebut dipenggal oleh pasukan dari Kerajaan Demak. Relief disini  bercerita tentang Sudamala dan Garudheya yang keduanya mengandung arti pengruwatan. Pengruwatan sendiri berarti menangkal atau melepaskan kekuatan buruk yang mempengaruhi kehidupan seseorang akibat ciri-ciri tertentu yang dimilikinya. Karena relief ini pula, para ahli menduga Candi Sukuh dibangun untuk pengruwatan.

Displaying photo.jpg
relief disamping kanan candi


 Displaying photo.jpg

 Displaying photo.jpg 


Yang paling unik disini adalah adanya beberapa arca yang memperlihatkan lingga atau alat kelamin laki-laki secara jelas. Arca itupun tanpa kepala.  


Displaying photo.jpg

Lagi- lagi hanya bisa mengelus dada. Tangan tangan jahil berhasil merusak keindahan candi ini. Di atas atap candi utama ini terdapat beberapa goresan norak yang mengurangi keindahan. Masih banyak juga manusia yang tidak bisa merawat dan menghargai karya agung nenek moyang kita ini. Kalau memang mereka pandai menggoreskan tulisan dibatu, sebaiknya mereka diberi tempat untuk berkarya. Sehingga hobi mereka bisa tersalurkan bukan dengan cara merusak candi ini.

Mungkin sebelum bisa bermimpi datang ke Meksiko, ada baiknya datang dulu ke candi ini. Masalah ada keterkaitan atau ngga nya candi ini dengan Suku Maya. Sampai sekarang saya belum mengetahuinya secara pasti.



*referensi : wikipedia dan beberapa blog

2 comments:

  1. Saya pertama kali ke Candi Sukuh naik Prameks terus naik bus disambung angkot. Jalan kaki di tanjakan menuju Candi Sukuh itu memang lumayan bikin capek. Kedua kalinya saya ke sana, bawa mobil, selamat sampai parkiran Candi Sukuh. Tapi pas pulangnya malah mogok. Dinamonya kebakar, kepanasan pas nanjak. Wew...

    ReplyDelete
  2. hehe.... disana aroma yang khas adalah aroma kanvas rem/kopling. kemaren beberapa mobil nggak berani ngelanjutin ke atas

    ReplyDelete