Friday, March 14, 2014

Candi Ijo - Bersepeda Menikmati Senja Diatas Bukit

Candi Ijo mungkin ngga seterkenal Candi Prambanan ataupun Ratu Boko. Candi ini sama-sama terletak di kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Selain 3 candi itu, masih banyak lagi candi disekitar Prambanan.

Sebelumnya saya hanya pernah mengunjungi candi Prambanan berkali-kali. Tapi candi Ijo baru sekali ini saya kunjungi.

Tau candi ini dari majalah yang ada dihotel tempatku bekerja, karena penasaran akhirnya saya coba cari informasinya di Google. Ditambah lagi cerita teman kerja yang baru mengunjungi candi ini beberapa hari yang lalu.

Hari ini (14/3/2014) sepulang kerja pukul 15.30 akhirnya saya putuskan untuk berangkat mengayuh sepeda kesana. Agak dadakan si sebenarnya karena sebenarnya rencananya mau berangkat pada sabtu pagi besok. Tapi karena mendengar saran teman yang katanya pemandangan pada sore hari lebih bagus dibandingkan pada pagi hari. Sore hari kita bisa melihat tenggelamnya matahari dengan sangat jelas kalau cuaca sedang bagus.

Candi Ijo adalah candi yang letaknya paling tinggi di Jogja. Terletak sekitar 18 km dari pusat kota tepatnya di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Cukup mudah untuk mencapai candi ini. Papan petunjuk kearah sana bisa kita temukan dijalan arah ke Candi Boko. Saya berangkat dari tempat kerja di Palagan melalui ringroad utara sampai di Maguwo lalu belok kiri ke jalan raya Jogja Solo sampai di lampu merah Pasar Prambanan. Disitu belok kanan menuju kearah Candi Boko. 

Sekitar 2 kilometer terakhir adalah etape yang paling menyiksa badan dan sepeda. Tanjakan cukup tinggi sudah menanti kita, apalagi untuk sepeda murahan saya ini.Bakal jadi perjuangan yang sangat berat. Karena tekat saya sudah kuat, saya berniat untuk menyelesaikan perjalanan ini sampai candi walaupun kaki udah berasa mau copot dan dada sesak banget rasanya.Sayang kalau harus pulang lagi padahal candinya udah dekat lagi. Akhirnya dengan nafas yang tinggal satu tarikan, saya berhasil sampai di gerbang candi. Rasanya kaya orang orgasme pas liat papan nama candi itu dari kejauhan :D



Untuk masuk kesini kita tidak perlu membayar sepeserpun untuk membeli tiket alias gratis. Kita hanya diwajibkan untuk mengisi buku tamu dan tandatangan. Bapak satpam yang menjaga disini sangat ramah. Saya yang sampai disini sekitar pukul 17.30 disambut dengan sapa dia. Saya dikasih tau bahwa candi akan ditutup sampai dengan pukul 18.00.


Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-10 sampai ke-11 pada zaman kerajaan Medang. Berada pada lereng bukit dan berada diketinggian sekitar 400an meter diatas permukaan laut. 


Displaying photo.jpg




Displaying photo.jpg


Displaying photo.jpg


Dari area candi ini kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Bukit bukit yang mengelilingi di kiri candi atau kita bisa melihat bandara Adisutjipto ada didepan candi. Kita bisa melihat dengan jelas pesawat yang akan mendarat ataupun terbang. Tapi sayang sekali cuaca sore ini gerimis sehingga hasil foto saya kurang maksimal :p


 Displaying photo.jpg


Tapi saya tidak terlalu kecewa karena saya bisa tetap melihat matahari terbenam yang cukup indah (menurut saya). Sore ini cukup sepi, hanya ada 2 pengunjung lagi selain saya.


Displaying photo.jpg


Displaying photo.jpg


Displaying photo.jpg

Yang namanya perjuangan itu selalu tidak akan pernah sia-sia. Walaupun kaki pegel dan badan rasanya mau remuk. Saya cukup puas dengan apa yang saya lihat dan dapatkan disini.



Displaying photo.jpg


Displaying photo.jpg

No comments:

Post a Comment