Tuesday, March 4, 2014

Bersepeda Di Belanda



Belanda.....
Negara bekas penjajah Indonesia ini adalah salah satu negara yang paling ramah terhadap pesepeda. Bagaimana tidak, disini semua fasilitas yang mendukung para pesepeda sangat diperhatikan. Mulai dari jalur sepeda (fietspad), parkir untuk sepeda, lampu lalu lintas khusus sepeda dan peraturan pemerintah yang sangat berpihak kepada para pesepeda. Disini para pesepeda adalah warga kelas satu yang dihargai.


Saya beruntung pernah datang dan tinggal di Belanda. Walaupun tidak terlalu lama, saya sudah cukup merasakan bagaimana nyaman dan enaknya bersepeda di Belanda. Apalagi Belanda adalah negara yang sangat datar, tidak ada tanjakan ataupun turunan.


Sepeda sudah seperti kebutuhan pokok dan kendaraan wajib disini. Hampir semua orang punya sepeda. dari yang berumur 6 tahun sampai dengan yang berumur 60 tahun semuanya menggunakan sepeda untuk beraktivitas. Tak heran jumlah sepeda disini sangat banyak. Jarang sekali saya lihat ada sepeda motor disini. Mobilpun hanya mereka gunakan saat bepergian jauh. Harga bensin dan parkir disni sangat mahal. Parkir ditengah kota bisa mencapai sekitar lima puluh ribu perjam. Mungkin itu juga salah satu alasan orang disni lebih memilih sepeda.

Jalur sepeda dibuat untuk mendukung warganya bersepeda. Dari mulai kota besar sampai di pinggiran desa bahkan di tengah hutan pun sudah dibangun jalur sepeda. Itu yang membuat saya sangat jatuh cinta pada Belanda. Pemerintahnya sangat total mendukung para pesepeda. Tempat parkir dibangun disetiap stasiun atau halte bus dan dipusat keramaian.Penduduk yang ingin pergi kekota lain dengan menggunakan kereta api bisa menitipkan sepedanya diparkiran secara gratis.

Selain parkir resmi yang terdapat disarana sarana publik. Orang Belanda suka memarkir sepedanya dimana saja. Baik pohon, pagar atau kursi yang penting mereka bisa mengunci sepeda mereka. Belanda adalah salah satu negara yang aman. Jarang sekali terdengar ada perampokan atau pencurian. Tapi lain halnya dengan pencurian sepeda, disini jika anda lupa untuk mengunci sepeda. Bersiap-siaplah untuk kehilangan sepeda. Sering terjadi pencurian sepeda atau hanya pencurian part-part sepeda. Aneh...!!!

Tiang dijadikan tempat parkir
Pesepedadisni sangat dihormati. Tidak pernah terdengar suara klakson yang keluar dari mobil untuk memperingatkan sepeda yang ada didepan mereka. Memang dibeberapa tempat karena jalanan yang kecil, jalur sepeda dan jalur mobil menyatu. Tapi para pengemudi mobil tetap bersabar dan menghargai para pesepeda. Membunyikan klakson bukan karena alasan emergency adalah suatu pelanggaran dan bisa dilaporkan ke polisi.
Banyak mobil parkir dipinggir jalan karena memang tepi jalan adalah tempat resmi untuk parkir mobil. Tapi tidak ada satupun mobil yang menutup jalur sepeda. Berbeda jauh dengan di Jogja. Mobil yang parkir hampir menutup semua jalur sepeda.

Parkir mobil dipinggir jalan

Kepatuhan dan ketertiban para pesepeda sendiri terhadap peraturan lalu lintas pun harus diacungi jempol. Sepeda selain mempunyai jalurnya sendiri juiga mempunyai lampu lalu lintasnya sendiri. Lampu lalu lintas ini berpengaruh terhadap lampu lalu lintas utama yang mengatur jalur mobil. Kita harus menekan tombol setiap kita berhenti di lampu lalu lintas, maka demgan itu kita akan memepercepat lampu utama menjadi merah dan lampu pengatur sepeda menjadi hijau. Jikia kita tidak menekannya, maka lampu itu akan tetap berwarna merah. 



Orang akan dengan sabar menunggu lampu merah berubah menjadi hijau. Walaupun jalanan sepi, orang tidak akan menerobos jalan. Mungkin itulah bedanya dengan orang kita.



Tidak salah memang jika Belanda dikatakan sebagai negara yang ramah terhadap para pesepeda. Sebagai seorang pesepeda saya sangat bahagia pernah tinggal di negara ini. Mungkin terlalu jauh kalau harus bermimpi Indonesia bisa menjadi seperti Belanda.Negaranya para pesepeda.Negara sejuta sepeda. Tapi yang namanya mimpi itu tidak pernah sia-sia.









No comments:

Post a Comment