Wednesday, February 19, 2014

Hujan Abu Gunung Kelud


Jum'at lalu tanggal 13 februari 2014, ada acara Jogja Dragon Festival di area 0 kilometer. Aku dan Ricky temanku datang kesana untuk melihat. Saya sama sekali belum pernah melihat yang namanya barongsai secara langsung. Acaranya cukup meriah, banyak orang yang datang banyak memadati seluruh area pertunjukan. Jalan Malioboro dan jalan jalan disekitarnya ditutup untuk kelancaran acara.


Jam setengah sepuluhan kita memutuskan untuk pulang. Karena memang acara sudah hampir selesai dan lumayan capek berdiri berjam-jam. Sampai dirumah nyalain tv dan lihat berita kalau gunung Kelud sudah meletus. Dari baca timeline di twitter juga banyak yang bilang kalau suaranya terdengar sampai Solo dan Jogja. Saya memang sempat mendengar suara dentuman, tapi tidak yakin apakah itu suara dari gunung kelud atau bukan. Temanku bilang itu hanya suara pintu mobil tetangga.


Cukup prihatin mendengar berita bencana yang bertubi tubi datang ke Indonesia. Sebelumnya banjir bandang di Manado dan Jakarta, erupsi gunung sinabung di Sumatera Utara dan sekarang letusan gunung Kelud di Kediri.


Nggak seperti biasanya malam itu rasanya panas banget. Keringet keluar banyak. Saya yang biasanya paling ngga tahan sama yang namanya kipas angin terpaksa harus mau berdamai dengan yang namanya suara berisik baling baling kipas karena saking panasnya udara. Ngga ada firasat sama sekali bakal akan ada kejadian apa, cuma mikir kaya panas biasa aja karena emang cuaca yang lagi ngga menentu.


Bangun pagi lamat lamat dengar  berita di tv dari lantai bawah bahwa abu dari gunung kelud sudah sampai di Solo. Arghh saya pikir abunya ngga bakalan sampai di Jogja. Jarak Jogja dan Kelud lumayan jauh, sekitar 250 km. Tapi ternyata dugaan saya salah. Saya turun kebawah dan melihat keluar. Semuanya sudah putih tertutup abu. Dari kejauhan tampak seperti salju yang menutupi. Ngga ada yang luput dari terjangan si abu. Jalanan, mobil, rumah dan pohon-pohon berubah warna jadi putih.


Ini adalah pertama kalinya saya melihat hujan abu secara langsung. Menurut saya hujan abunya cukup dahsyat. Keadaan kota menjadi gelap semua karena debu. Jarak pandang terbatas, sehingga rawan terjadi kecelakaan. Mungkin ini juga keadaan tersulit yang pernah saya alami sampai saat ini. Udara segar begitu susah didapat, semus toko tutup dan jalanan berubah menjadi lautan abu. 


Semoga ini adalah hujan abu pertama dan terakhir yang saya lihat. Saya tidak ingin berada dalam keadaan yang sangat sulit seperti hari itu lagi. Dan semoga tidak ada bencana alam lagi. Dan sudah saatnya kita harus bersahabat dengan alam.


No comments:

Post a Comment