Friday, September 14, 2012

Summer in Paris



Dulu rasanya cuma bisa berkhayal untuk bisa melihat Eiffel Tower di Paris yang sangat terkenal itu. Apalagi setelah menonton film Eiffel Im in Love yang sempat booming beberapa tahun yang lalu. Keinginan untuk pergi ke eiffel sangatlah kuat. Sepertinya Eiffel itu terlihat sangat romantis dimalam hari disaat semua lampunya menyala dengan terang.

Kata orang Paris adalah salah satu kota yang paling romantis didunia, tidak banyak yang saya tahu tentang Paris selain Eiffel dan bahasa Perancis yang buat saya terdengar unik dan sulit untuk diucapkan. Jadi Eiffel adalah salah satu tempat dalam daftar yang harus saya kunjungi selama berada di Eropa.

Mimpi itu semakin dekat ketika saya berkesempatan untuk datang ke Belanda. Saya sangat antusias sekali untuk datang ke Paris karena jarak yang tidak terlalu jauh dari Amsterdam. Akhirnya pada bulan agustus 2012 saya bisa menginjakkan kaki di kota Paris. Kota yang katanya paling romantis dunia. Saya berangkat dari AmsterdamBelanda dengan kereta cepat Thalys menuju stasiun Gare du nord, Paris. Dengan tiket seharga 79 euro dan perjalanan di tempuh selama 3 jam. Keretanya sangat nyaman, di lengakapi juga dengan free wifi sehingga tidak membuat kita bosan dalam perjalanan. Minuman dan makanan pun di kasih secara gratis.


Memang benar kata orang, Paris itu indah, cantik dan romantis. Hampir semua bangunan di kota ini berwarna putih dengan arsitektur yang sangat khas. Mungkin kalau masalah macet, ngga terlalu beda jauh dengan kota kota besar lain yang ada di dunia. Tapi Paris punya jaringan metro (kereta bawah tanah) yang sangat bagus. Saya kurang tahu berapa lama waktu yang di perlukan untuk membangun semua fasilitas itu. Ngga pernah ngebayangin kalo di bawah Kota Paris itu semuanya ada jalan kereta. Kadang kita bisa ngerasain kalo di bawah tanah yang kita injak ada getaran. bukan gempa bumi tapi itu getaran yang timbul dari kereta yang lagi jalan




                                     

Paris memang indah , tapi tidak dengan orang orang yang tinggal disini. Paris merupakan magnet yang sangat kuat untuk menarik orang datang kesini. Alhasil banyak pendatang gelap yang ingin bertahan hidup disini. mereka tidak punya pekerjaan yang tetap. Akhirnya sebagian dari mereka banyak yang menjadi pengamen , pengemis atau yang paling banyak yang jadi penjual souvenir di pusat pusat wisata Paris.


Selain itu juga banyak gelandangan dan orang yang suka minta minta doit. so jadi harus tetap waspada aja kalo yang mau jalan jalan ke Paris.

Terlepas dari semua itu, Paris merupakan salah satu kota yang wajib kita kunjungi kalo kita melakukan wisata di eropa.

Tempat yang sempat saya kunjungi di Paris


Menara Eiffel dinamai sesuai dengan nama perancangnya Gustave Eiffel dan merupakan bangunan tertinggi di Paris. Menara ini dibangun pada tahun 1889. Sempat menjadi bangunan tertinggi didunia sampai dengan tahun 1930 yang kemudian dikalahkan oleh Chrysler Building di New York.


antrian yang mau naik eifel


pemandangan kota Paris dari puncak Menara



Arc de Triomphe merupakan salah satu monumen paling terkenal di kota Paris yang menjadi latar belakang ansambel perkotaan di Paris. Terletak di bukit Chaillot yang tepat berada di tengah konfigurasi persimpangan jalan raya berbentuk bintang lima.
Pembangunan monumen ini telah direncanakan sejak 1806 oleh Napoleon setelah kemenangannya di Austerlitz. Proses penyelesaian konstruksi fondasi dasar monumen ini memakan waktu selama 2 tahun pengerjaan, dan ketika Napoleon memasuki kota Paris dari barat bersama Archduchess Marie-Louise dari Austria pada tahun 1810, ia sudah bisa melihat monumen ini terbentuk dr kontruksi kayunya.
Arsitek dari monumen ini, Jean Chalgrin meninggal pada tahun 1811. Pengerjaan pembangunan monumen ini dilanjutkan oleh Jean-Nicolas Huyot. Selama masa restorasi Bourbon di Perancis, pembangunan monumen ini sempat dihentikan dan tidak dilanjutkan sama sekali sampai masa pemerintahan Raja Louis-Philippe pada tahun 1833-36.
Jenazah Napoleon pernah dibawa melewati monumen ini pada 15 Desember 1840 di dalam perjalanan menuju dimakamkan di Invalides.
Sebuah Makam Prajurit Tak Dikenal dipasang di bawah Arc de Triomphe di Paris untuk mengenang para korban Perang Dunia I pada 28 Januari 1921.
*sumber:wikipedia.org


Salah satu relief di Arc de Triomphe




 Seumur hidup baru pertama kali ini masuk gereja. Saya yang terlahir sebagai seorang muslim sama sekali tidak pernah yang namanya menginjakan kaki di gereja. Arsitektur gereja ini sangat megah. Tapi sayang sekali didalam gereja kita tidak diperbolehkan mengambil gambar.






Gereja Katholik Roma ini terletak disebuah pulau kecil dietngah Sungai Seine. Gereja ini bergaya arsitektur gothic. Merupakan katedral pertama yang dibangun di kota Paris. pembangunan dimulai pada tahun 1163 atas inisiasi uskup Paris Maurice de Sully dan selesai dibangun pada pertengahan tahun 1240an.


Yang paling menarik untuk saya ditempat ini adalah jembatan cintanya. Kenapa jembatan cinta? karena disinilah orang orang bisa memasang gembok tanda cinta mereka disebuah jembatan lalu membuang kuncinya kesungai dengan harapan cinta mereka bisa terkunci dan abadi. 






Museum ini terletak di Istana Louvre yang dulunya adalah sebuah benteng yang dibangun pada abad ke-12. Museum ini dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan. Mayoritas karya tersebut diperoleh dari properti gereja dan kerajaan yang disita Pemerintah Perancis. Karena masalah struktural dengan bangunan, museum ditutup pada tahun 1796 hingga 1801. Jumlah koleksi museum meningkat di bawah pemerintahan Napoleon dan museum berganti nama menjadi Musée Napoléon. Setelah kekalahan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo, sebagian besar karya-karya yang disita oleh pasukannya kembali ke pemilik asli mereka. Koleksi museum ini ditingkatkan lagi selama pemerintahan Louis XVIII dan Charles X, dan selama masa Imperium Perancis Kedua, museum berhasil memperoleh 20.000 koleksi. Koleksi museum terus bertambah dengan adanya sumbangan dan hadiah yang terus meningkat sejak masa Republik Perancis Ketiga. Pada tahun 2008, koleksi museum dibagi menjadi delapan departemen kuratorial: Koleksi Mesir kuno, benda purbakala dari Timur Dekat, YunaniEtruskanRomawi, Seni Islam, Patung, Seni Dekoratif, Seni Lukis, Cetakan dan Seni Gambar.


Tapi sayang sekali harga tiket masuk ketempat ini cukup mahal, makanya cuma bisa foto-foto narsis aja di luar gedung.



Berjalan jalan di kota Paris di musim panas memang sungguh menyenangkan. Mungkin saya sudah membuat iri banyak orang yang bermimpi untuk datang kekota ini. Kota kiblat fashion dunia, kota yang katanya paling romantis. Buat saya ini hanyalah sebuah keberuntungan dan impian yang jadi nyata. Dan saya sangat menikmati keberuntungan saya ini 

J'adore Paris...

Semoga saya bisa datang lagi 





3 comments: